ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN FUNGSI INTEGUMEN “ ERITRODERMA “
ASUHAN
KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN FUNGSI INTEGUMEN “ ERITRODERMA “
Kasus :
Seorang nenek berusia 60 tahun atas nama Ny.S datang ke Poli
Kulit dengan keluahan rasa yang sangat gatal, panas, dan perih pada kulitnya, Secara
obyektif terdapat eritema berwarna merah menyeluruh disertai skuama kasar dan
berlapis pada bagian tangan, dada, perut, punggung, dan sebagian kaki. Ny. S
mengatakan dirinya sebelumnya pernah diberikan obat suntikan di puskesmas saat
mengalami sesak dan batuk yang disertai dahak. Dari hasil wawancara dengan
keluarga, keluarga mengatakan Ny. S datang ke Puskesmas sekitar seminggu yang
lalu dengan sakit bronchitis diberikan obat antibiotic (Penicilin).
|
|
A. DIAGNOSA
KEPERAWATAN
I.
Analisis Data
|
Data
Subjektif
|
Data
Objektif
|
|
1. Klien
mengatakan kulitnya sangat gatal, panas, dan perih
2. Klien mengatakan dirinya
sebelumnya pernah diberikan obat suntikan di puskesmas saat mengalami sesak
dan batuk yang disertai dahak.
3. Keluarga mengatakan klien datang
ke Puskesmas sekitar seminggu yang lalu dengan sakit bronchitis diberikan
obat antibiotic (Penicilin).
|
1. Tanda-tanda
vital pasien ( TD: mmHg, nadi : 86x/ mnt, RR: 20x/mnt, S: 37oC)
2. Terdapat eritema berwarna merah
menyeluruh disertai skuama kasar dan berlapis pada bagian tangan, dada,
perut, punggung, dan sebagian kaki.
|
II.
Rumusan Diagnosa
1. Kerusakan
integritas kulit berhubungan dengan dermatitis akibat obat ditandai dengan
Klien mengatakan kulitnya sangat gatal, panas, dan perih, Klien mengatakan dirinya
sebelumnya pernah diberikan obat suntikan di puskesmas saat mengalami sesak dan
batuk yang disertai dahak, Keluarga mengatakan klien datang ke Puskesmas
sekitar seminggu yang lalu dengan sakit bronchitis diberikan obat antibiotic
(Penicilin), tanda-tanda vital pasien (TD : mmHg, nadi : 86x/ mnt, RR: 20x/mnt, S: 37oC),
terdapat
eritema berwarna merah menyeluruh disertai skuama kasar dan berlapis pada
bagian tangan, dada, perut, punggung, dan sebagian kaki.
2. Gangguan
rasa nyaman berhubungan dengan ….
B. INTERVENSI
KEPERAWATAN
1. Kerusakan
integritas kulit berhubungan dengan dermatitis akibat obat
·
Definisi
Kerusakan integritas
kulit
·
Pengkajian
-
Usia
-
Jenis Kelamin
-
Riwayat masalah kulit,
trauma, penyakit disabilitas kronis, imobilitas
-
Status integument,
meliputi warna, elastisitas, hygiene, lesi, kelembapan, kuantitas, distribusi
rambut, sensasi, suhu, tekanan darah, tekstur, turgor
-
Status musculoskeletal,
meliputi area anestetik, mobilitas sendi, kekuatan dan masa otot, paralisis,
rentang pergerakan sendi
-
Status gizi, meliputi
nafsu makan, asupan diet, hidrasi, berat badan saat ini atau perubahan dari
berat badan normal
-
Kadar hemoglobin dan
hemotokrit
-
Albumin serum
-
Status psikososial,
meliputi pola koping, anggota keluarga atau pasangan, status mental, konsep
diri, an citra tubuh
-
Pengetahuan, termasuk
pemahaman terbaru pasien mengenai kondisi fisik, kesiapan fisik, mental, dan
emosi pasien untuk belajar.
·
Batasan karakteristik
-
Bukti klinis adanya
factor eksternal yang berpengaruh buruk terhadap integritas kulit
-
Kerusakan lapisan kulit
-
Kerusakan permukaan
kulit
-
Invasi struktur tubuh
·
Hasil yang diharapkan
-
Lesi atau luka membaik
atau sembuh
-
Pasien melaporkan
adanya peningkatan kenyamanan
-
Komplikasi dapat dihindari
atau diminimalkan
-
Pasien mengungkapkan
pemahaman tentang factor-faktor yang mempresipitasi kondisi kulit
-
Pasien menjelaskan
regimen perawatan kulit dan tindakan kesehatan yang terkait
-
Pasien dan anggota
keluarga atau pasangan mendemonstrasikan regimen perawatan kulit
-
Pasien mengungkapkan
perasaan tentang perubahan citra tubuh
·
Intervensi dan Rasional
|
Tujuan
|
NO.
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan kerusakan
integritas kulit dapat teratasi dengan kriteria :
1. Lesi
atau luka membaik atau sembuh
2. Pasien
melaporkan adanya peningkatan kenyamanan
3. Komplikasi
dapat dihindari atau diminimalkan
4. Pasien
mengungkapkan pemahaman tentang factor-faktor yang mempresipitasi kondisi
kulit
5. Pasien
menjelaskan regimen perawatan kulit dan tindakan kesehatan yang terkait
6. Pasien
dan anggota keluarga atau pasangan mendemonstrasikan regimen perawatan kulit
7. Pasien
mengungkapkan perasaan tentang perubahan citra tubuh
|
1
|
Inspeksi
kulit pasien setiap pergantian tugas jaga, jelaskan dan dokumentasikan
kondisi kulit, dan laporkan perubahan.
|
Untuk menunjukan keefektifan
program perawatan kulit
|
|
2
|
Laksanakan
program penanganan dan pantau kemajuan pasien. Laporkan responnya untuk
menentukan terapi yang tepat
|
Menunjukan keefektifan program
penanganan kulit
|
|
|
3
|
Lakukan
tindakan pendukung sesuai indikasi :
|
|
|
|
|
a. Bantu
klien dalam melakukan tindakan hygiene dan kenyamanan
|
Untuk meningkatkan kenyamanan dan
kesejahteraan
|
|
|
|
b. Berikan
program nyeri sesuai program dan pantau keefektifannya
|
Pengurangan nyeri diperlukan
untuk mempertahankan kesehatan
|
|
|
|
c. Pertahankan
kondisi lingkungan yang nyaman seperti suhu ruangan dan ventilasi
|
Lingkungan yang nyaman
meningkatkan kesejahteraan pasien
|
|
|
|
d. Gunakan
bantalan penyangga
|
Untuk melindungi lesi pasien dari
sprei
|
|
|
|
e. Ingatkan
pasien untuk tidak menggaruk
|
Untuk menghindari cidera kulit
|
|
|
|
f. Berikan
dan pantau keefektifan pengobatan antipruritus yang diprogramkan
|
Antipruritus
dapat mengurangi rasa gatal
|
|
|
|
g. Jelaskan
pembatasan diet, jika terdapat alergi makanan
|
Pruritus
dapat menyebabkan kerusakan kulit
|
|
|
4
|
Dorong
pasien untuk mengungkapkan perasaan tentang kondisi
|
Untuk kulitnya untuk
meningkatkan koping
|
|
|
5
|
Jelaskan
terapi pada pasien dan keluarga
|
Untuk meningkatkan
kepatuhan
|
|
|
6
|
Diskusikan
factor presipitasi, bila diketahui, dan kerusakan integritas kulit jangka
panjang
|
Pengetahuan tentang
factor presipitasi membantu meminimalkan kerusakan kulit
|
|
|
7
|
Berikan
pengarahan kepada pasien dan pemberi asuhan dalam regimen perawatan kulit
|
Untuk memastikan
kepatuhan
|
|
|
8
|
Awasi
pasien dan anggota keluarga dalam menjalakan regimen perawatan kulit. Berikan
umpan balik
|
Praktek meningkatkan
dalam mengelola regimen perawatan kulit.
|
|
|
9
|
Dorong
untuk mematuhi aspek lain dalam penatalaksanaan perawatan kesehatan
|
Untuk mengendalikan
atau meminimalkan efek pada kulit
|
|
|
10
|
Rujuk
pasien keperawat jiwa, layanan sosial, atau kelompok pendukung sesuai
kebutuhan.
|
Sumber-sumber ini
memberikan pendukung tambahan bagi pasien dan keluarga.
|
|
|
|
|
|
C. IMPLEMENTASI
KEPERAWATAN
|
Hari/Tgl
|
Dx
|
Jam
|
Implementasi
|
Respon Hasil
|
Paraf
|
|
Senin,
8 Juni 2015
|
I
|
07.00
|
Mengkaji
keadaan umum pasien
|
Keadaan
umum pasien sedang dengan TTV (TD :
|
|
|
|
|
|
Menanyakan kepada
pasien tentang apa yang dirasakan
|
Pasien mengatakan
kulitnya terasa gatal dan panas sehingga terkadang pasien tidak sadar
menggaruk kulitnya dan kulitnya menjadi perih. Pasien mengatakan malu kepada orang-orang
diseitarnya dengan kondisi kulitnya dan takut jika penyakitnya ini dapat
menyebar ke cucu-cucunya
|
|
|
|
|
|
Melakukan tindakan
pendukung seperti :
|
|
|
|
|
|
|
a. Membantu
pasien melakukan perawatan kulit seperti memandikan pasien di tempat tidur
dan memberikan perawatan kulit pada kulit yang mengalami eritroderma
|
Kulit pasien lebih
bersih dan skuama pada kulit berkurang setelah dilakukan perawatan kulit
|
|
|
|
|
|
b. Memberikan
dan membimbing pasien untuk program manajemen nyeri, dengan menganjurkan
pasien untuk melakukan relaksasi napas dalam jika perih dan panas dirasakan
sehingga pasien menjadi lebih tenang
|
Pasien dapat
mengikuti instruksi dan dapat mendemonstrasikan teknik relaksasi napas dalam
|
|
|
|
|
|
c. Mempertahankan
suhu lingkungan yang nyaman seperti ventilasi dengan cara membuka jendela
kamar dan menjaga kondisi ruangan agar tetap kondusif
|
Pasien mengatakan
lebih nyaman dan merasa tidak panas jika jendela kamarnya di buka sehingga
rasa gatal pada kulitnya dapat berkurang dan pasien mengatakan dapat
beristirahat
|
|
|
|
|
|
d. Memberikan
bantalan penyangga seperti bantal dengan kain yang lembut untuk mengurangi
iritasi dan menganjurkan keluarga untuk melakukan perubahan posisi 3 jam
sekali
|
Pasien tampak lebih
nyaman
|
|
|
|
|
|
e. Mengingatkan
pasien untuk tidak menggaruk
|
Pasien
mengatakan dirinya sering tidak sadar jika sedang menggaruk ketika merasa
gatal pada kulitnya sehingga kulitnya terkadang luka
|
|
|
|
|
|
f. Melakukan
konsultasi dan kalaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat antipruritus
berupa pengobatan obat topical (salep) dan memantau perubahan kulit setelah
mendapatkan terapi obat
|
Pasien mengatakan
gatal yang dirasakan hilang timbul dan jika diberikan obat kulitnya merasa
panas
|
|
|
|
|
|
g. Menanyakan
kepada pasien dan keluarga pasien alergi makanan yang dimiliki oleh pasien,
dan menganjurkan pasien dan keluarga pasien untuk membatasi pemberiannya
|
Pasien mengatakan
tidak cocok makan kuning telur dan jika makan kuning telur kulitnya terasa
gatal, tetapi kondisinya tidak seperti sekarang ini
|
|
|
|
|
|
Mengadakan
kalaborasi dengan ahli gizi untuk diet makanan pasien dan menjelaskan kepada
ahli gizi bahwa pasien mempunyai alergi pada telur
|
|
|
|
|
|
|
Menanyakan kembali
kepada pasien apa yang dirasakan dan membantu pasien mengungkapkan hal-hal
yang membuat pasien merasa tidak nyaman
|
Pasien
mengatakan gatal yang di rasakan hilang timbul dan pasien mengatakan takut
jika merah ,erah dan gatal pada kulitnya akan terjadi pada seluruh badannya
|
|
|
|
|
|
Menjelaskan kepada
pasien jika terapi seperti pemberian obat dapat meminimalkan rasa gatal, perih
dan panas pada kulit pasien dan dengan dukungan kebersihan diri serta
perawatan kulit yang baik membantu pasien untuk meminimalkan penyebaran pada
bagian kulit yang lain.
|
Pasien mengatakan mau
melakukan apa saja yang diistruksikan oleh dokter dan perawat demi
kesembuhannya, dan keluarga mengatakan mau membantu pasien untuk menjaga
kebersihan kulitnya
|
|
|
|
|
|
Menjelaskan kepada
pasien dan keluarga untuk menghidari hal-hal yang dapat memperberat kondisi
kulit pasien, seperti penggunaan pakaian yang tidak berbahan katun, posisi
tubuh yang sama yang terlalu lama, menggunakan sabun saat membersihkan kulit
pasien, makan makanan yang dapat memperberat kondisi kulit (menghindari
allergen)
|
Keluarga dan pasien
mengatakan agar mengusahakan menghindari hal-hal yang dapat memperburuk
kondisi kulit pasien
|
|
|
|
|
|
Mengajarkan kepada
keluarga ntuk melakukan perawatan kulit, seperti cara memandikan pasien
diatas tempat tidur menggunakan air hangat dan membantu keluarga mengganti
alat tenun pasien.
|
Keluarga mampu
melakukan perawatan personal hygiene dengan memandikan pasien di atas kasur
|
|
|
|
|
|
Mengawasi keluarga
ketika melakukan perawatan personal hygiene mandi kepada pasien dan
memberikan pujian atas keberhasilan keluarga dapat melakukan perawatan dengan
benar
|
Keluarga mengatakan
merasa senang jika dapat melakukan hal yang dapat bermanfaat bagi kesehatan
pasien
|
|
|
Selasa
9 Juni 2015
|
I
|
|
Mengkaji keadaan umum
pasien
|
Keadaan umum pasien
sedang dengan TTV (TD :
|
|
|
|
|
|
Menciptakan
lingkungan yang nyaman bagi pasien dan mempertahankan ventilasi udara dengan
membuka jendela ruangan
|
Pasien mengatakan
merasa lebih nyaman jika jendela di buka
|
|
|
|
|
|
Melakukan perwatan
luka pada pasien dan keluarga
|
Pasien mengatakan
kulitnya terasa perih saat dilakukan perawatan luka, keluarga dapat melakukan
perawatan luka dengan baik
|
|
|
|
|
|
Berkalaborasi dalam
pemberian obat topikal antipruritus kepada pasien
|
Obat topikal salep teroles
merata pada kulit pasien yang mengalami eritme
|
|
|
|
|
|
Memakaikan pasien
pakaian dari katun (bahan yg menyerap keringat)
|
Pasien mengatakan
nyaman setelah dipakaikan pakaiannya
|
|
|
|
|
|
Menanyakan perasaan
pasien setelah dilakukan perawatan
|
Pasien mengatakan
merasa senang tetapi pasien mengeluh karna rasa yang sangat gatal yang hilang
timbul membuat dirinya tidak sadar
|
|
|
|
|
|
Mengingatkan pasien
untuk tidak menggaruk
|
Pasien mengatakan
masih tidak tau jika kadang dirinya menggaruk
|
|
|
|
|
|
Menganjurkan pasien
melakukan teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi nyeri pada kulit dan
meningkatkan kenyamanan
|
Pasien melakukan teknik
relaksasi napas dalam
|
|
|
Rabu
10 Juni 2015
|
I
|
|
Mengkaji keadaan umum
pasien
|
Keadaan umum pasien
sedang dengan TTV (TD : mmHg, nadi : 84 x/ mnt, RR: 20 x/mnt, S:
35,4oC) kulit pasien berwarna merah muda dan skuama sudah
berkurang, luka akibat garukan sudah mongering, tidak ada tanda” infeksi
|
|
|
|
|
|
Menanyakan kepada
pasien tentang apa yang dirasakan
|
Pasien mengatakan
gatal yang dirasakan sudah mulai berkurang dan pasien mengatakan dapat tidur,
tetapi masih menggaruk jika gatal
|
|
|
|
|
|
Melakukan perawatan
kulit
|
Skuama sudah mulai
berkurang dan pasien mengatalan lebih nyaman
|
|
|
|
|
|
Melakukan kalaborasi
pemberian obat topikal
|
Pasien mengatakan
nyaman setelah kulitnya diberikan obat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
D. EVALUASI
Post a Comment for "ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN FUNGSI INTEGUMEN “ ERITRODERMA “"