Sudah Kenal dengn HIPERTENSI ?
Apakah anda tau dengan Hipertensi ?
1.Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah nama lain dari
tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang
parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan terkadang kematian.
Tekanan darah adalah kekuatan yang
diberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh, yaitu pembuluh
darah utama dalam tubuh. Tekanan ini tergantung pada resistensi pembuluh darah
dan seberapa keras jantung bekerja. Semakin banyak darah yang dipompa jantung
dan semakin sempit arteri, maka semakin tinggi tekanan darah.
Hipertensi dapat diketahui dengan
cara rajin memeriksakan tekanan darah. Untuk orang dewasa minimal memeriksakan
darah setiap lima tahun sekali.
Hasil tekanan darah ditulis dalam dua
angka. Angka pertama (sistolik) mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika
jantung berkontraksi atau berdetak. Angka kedua (diastolik) mewakili tekanan di
dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detak jantung.
Seseorang bisa dikatakan mengalami
hipertensi bila ketika diukur pada dua hari yang berbeda, pembacaan tekanan
darah sistolik pada kedua hari adalah lebih besar dari 140 mmHg dan / atau
pembacaan tekanan darah diastolik pada kedua hari adalah lebih besar dari 90
mmHg.
Sumber :Halodoc.com
Apa itu hipertensi (tekanan darah tinggi)?
Hipertensi adalah nama lain dari
tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah kekuatan aliran darah
dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri). Kekuatan tekanan
darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang
sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan
normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.
Hipertensi adalah kondisi di
mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter
merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung
memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada
bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang
bilik-biliknya dengan darah.
Perlu diketahui bahwa tekanan
sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan
diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat).
Hipertensi adalah salah satu
penyakit yang sering disebut dengan “pembunuh diam-diam” karena penyakit ini
tidak menyebabkan gejala jangka panjang. Namun, penyakit ini mungkin
mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa layaknya penyakit jantung.
Sumber : Halosehat.com
Faktor Risiko Hipertensi
Seiring bertambahnya usia,
kemungkinan mengidap hipertensi akan meningkat. Berikut ini faktor-faktor
pemicu yang dapat memengaruhi peningkatan risiko hipertensi:
·
Berusia di atas 65 tahun.
·
Mengonsumsi banyak garam.
·
Kelebihan berat badan.
·
Memiliki keluarga dengan hipertensi.
·
Kurang makan buah dan sayuran.
·
Jarang berolahraga.
· Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain
yang mengandung kafein).
·
Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
Risiko hipertensi dapat dicegah
dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang baik dan mengubah gaya
hidup menjadi lebih sehat.
2. Gejala Hipertensi
Apa saja ciri-ciri dan gejala hipertensi (tekanan darah tinggi)?
Seseorang yang memiliki tensi
darah tinggi biasanya tidak menunjukkan ciri apa pun atau hanya mengalami
gejala ringan.
Namun secara umum, gejala
hipertensi adalah:
- Sakit kepala parah
- Pusing
- Penglihatan buram
- Mual
- Telinga berdenging
- Kebingungan
- Detak jantung tak teratur
- Kelelahan
- Nyeri dada
- Sulit bernapas
- Darah dalam urin
- Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga
Kapan saya harus periksa ke dokter?
Hubungi dokter secepatnya jika:
- Tekanan darah lebih tinggi dari biasanya (lebih dari 120/80 mm Hg)
- Mimisan, sakit kepala, atau pusing
- Menderita efek samping setelah minum obat darah tinggi
Karena hipertensi adalah penyakit
tersembunyi dan sulit terdeteksi, Anda perlu memeriksakan tekanan darah Anda
secara teratur bila Anda berisiko terkena tekanan darah tinggi. Cari
pertolongan medis segera atau perawatan rumah sakit jika Anda menyadari adanya
tanda atau gejala abnormalitas.
3. Penyebab Hipertensi
Penyebab
Apa penyebab hipertensi (tekanan darah tinggi)?
Hipertensi yang penyebabnya
tidak jelas disebut hipertensi primer. Tapi tekanan darah tinggi juga bisa
disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang buruk.
Ambil contoh,
merokok. Merokok satu batang saja dapat menyebabkan lonjakan langsung
dalam tekanan darah dan dapat meningkatkan kadar tekanan darah sistolik
sebanyak 4 mmHG. Nikotin dalam produk tembakau memacu sistem saraf untuk
melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi
terhadap tekanan darah tinggi.
Kebanyakan makan makanan asin,
yang mengandung natrium (makanan olahan, makanan kalengan, fast food), dan
makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan juga dapat meningkatkan
kolesterol dan/atau tekanan darah tinggi.
Tekanan darah tinggi juga bisa
muncul sebagai efek samping obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung.
Kondisi ini disebut hipertensi sekunder. Pil KB atau obat flu yang dijual
di toko obat juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Wanita hamil atau yang
menggunakan terapi pengganti hormon mungkin juga mengalami tekanan darah tinggi.
Tekanan darah tinggi karena obat
mungkin menjadi normal setelah berhenti minum obat, tapi dalam beberapa kasus,
tekanan darah masih meningkat selama beberapa minggu setelah menghentikan
penggunaan obat. Anda harus bertanya kepada dokter jika tekanan darah abnormal
terus terjadi.
Anak di bawah 10 tahun sering
kali mengalami tekanan darah tinggi karena penyakit lain, misalnya penyakit
ginjal. Dalam kasus tersebut, tekanan darah anak akan kembali normal setelah
mengonsumsi obat darah tinggi.
4.
Pengobatan Hipertensi
Apakah tekanan darah tinggi bisa disembuhkan?
Tekanan darah tinggi atau
hipertensi adalah kondisi permanen di mana tekanan darah terus menerus tinggi
atau lebih dari 140/90 mmHg. Anda tidak bisa merasakan hipertensi. Banyak orang
yang bahkan tidak tahu mereka memiliki darah tinggi. Hipertensi bisa muncul
tanpa gejala fisik, yang diam-diam merusak pembuluh darah dan menyebabkan
ancaman kesehatan yang serius.
Pasalnya hipertensi bukanlah
penyakit yang berdiri sendiri, melainkan suatu sindrom atau kumpulan gejala
penyakit di dalam tubuh. Hipertensi bisa disebabkan oleh penyakit lain, seperti
penyakit jantung atau penyakit ginjal. Jika tekanan darah tinggi Anda
disebabkan oleh penyakit lain yang mendasarinya, hipertensi bisa disembuhkan
dengan cara mengobati akar penyebabnya — jika penyakit mendasarnya memang
mungkin untuk disembuhkan.
Akan tetapi, sebagian besar kasus
tekanan darah tinggi (sekitar 85% sampai 90%) di dunia tergolong hipertensi
primer. Pada sebagian besar kasus, kondisi hipertensi primer yang diderita oleh
hampir kebanyakan orang dipengaruhi oleh keturunan (genetik) atau gaya
hidup/lingkungan yang tidak sehat.
Pada beberapa kasus, penyebab
hipertensi primer tidak dapat ditentukan. Hipertensi jenis ini tidak dapat
disembuhkan, hanya dapat dikendalikan dengan obat darah tinggi.
Dengan demikian, bila tekanan
darah turun, bukan berarti Anda sembuh total dari hipertensi. Anda masih
memiliki potensi risiko komplikasi penyakit yang disebabkan oleh
hipertensi apabila gejalanya tidak dikelola dan tekanan darah kembali naik.
Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi)?
Dilansir dari rilis
media yang diunggah pada laman PD PERSI, dikatakan bahwa penurunan tekanan
darah hingga 2 mmHg bisa mengurangi 7 persen risiko kematian akibat serangan
jantung dan 10% risiko kematian akibat stroke.
Di sisi lain, gejala hipertensi
tak melulu harus ditangani dengan obat-obatan medis. Di samping konsumsi
obat-obatan, Anda juga harus melakukan perubahan gaya hidup postif. Beberapa
perubahan gaya hidup postif yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi hipertensi
adalah:
- Diet seimbang dan rendah garam
- Olahraga teratur
- Tidak merokok dan tidak minum alkohol
- Berusaha menurunkan berat badan jika Anda mengalami obesitas
Berbagai cara yang sudah
disebutkan di atas banyak membantu menurunkan tekanan darah agar tekanan darah
normal selalu — sekaligus menekan risiko Anda terhadap komplikasi risiko
penyakit lain akibat hipertensi, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal
ginjal. Itu artinya, mengelola tekanan darah adalah komitmen seumur hidup.
Anda juga bisa melakukan
menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Misalnya dengan belajar teknik
pernapasan dalam yang benar dan relaksasi otot. Kedua hal tersebut dapat
membantu menghilangkan stres yang mungkin muncul sebagai efek samping dari
hipertensi. Terlebih, stres emosional memengaruhi tekanan darah Anda.
Jadi belajarlah untuk
memilah-milih prioritas hidup dan menjauhi diri dari pemicu stres sebagai upaya
dampingan yang sama penting untuk mengelola tekanan darah Anda.
Memang benar bahwa
kombinasi resep obat dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu Anda
mencegah mengalami peningkatan tekanan darah. Namun, Anda juga harus rutin
memeriksakan tekanan darah secara berkala dan mengikuti rencana perawatan
dokter untuk dapat mengawasi dan mengendalikan kondisi kesehatan Anda.
Semakin Anda bertambah tua,
tindakan pencegahan menjadi lebih penting. Tekanan sistolik biasanya akan
pelan-pelan naik setelah Anda mencapai usia 50 tahun. Tetaplah jaga berat badan
agar ideal, yang dapat dicapai dengan pola makan sehat dan olahraga. Memiliki
berat badan sehat akan mengurangi peluang Anda terkena hipertensi.



Post a Comment for "Sudah Kenal dengn HIPERTENSI ?"